Aku bersama Bahri ikut terharu, dan berusaha menenangkan dia. “Sabar ki, semua orang juga dapat ujian. Kita diuji itu, sabarki. Insya Allah, baik-baik ki kembali nanti, yakini itu,” kataku di sela-sela tangisnya.
Bakri Remmang, mulai tenang. Aku mengusap kepala dan sejumlah bagian tubuhnya sambil berkata, insya Allah Anda akan sehat kembali.

“Sabarki, saya selalu mendoakan agar Pak Bakri sehat,” ujar Bahri ikut menyemangati.
Bakri Remmang dirawat di RS Wahidin memang dikabarkan telah beberapa kali cuci darah. Ia sementara berbaring melawan penyakit kelainan ginjal yang dideritanya.
Di mata aku, Bakri Remmang asal Belawa Kabupaten Wajo, bukanlah seorang sosok yang cengeng. Bahkan ia bertipikal sosok yang tegar, pekerja keras, gigih, tabah dan konsisten menekuni profesinya.
Ihwal tak kuasa menahan tangisnya, itu hanya refleksi sentuhan nurani yang menyentuh kalbunya sebagai manusia. Ia terharu, karena dua orang yang menemuinya merupakan teman seperjuangan di dunia pers sejak lama.
Yang menggembirakan, meski ia mengeluhkan terkadang sesak nafas dan merasakan kesakitan di bagian tubuhnya, namun fisiknya terlihat tetap tegar dan tidak kurus. Dalam artian, secara perhitungan pandangan manusia, Bakri Remmang masih bisa sembuh dan sehat kembali.
Bakri Remmang Cukup Sukses
Selintas tentang Bakri Remmang, khusus di bidang jurnalistik, ia cukup sukses. Saat ini ia telah menjadi owner sejumlah media online yang beŕkibar.
Nama medianya antara lain, Beritanasional.id, Okesulsel.com, Kabardesa.id, Wajoterkini, dan yang lainnya. Indikasi keberhasilan itu, Beritanasional.id grup disingkat Bernas Grup telah merambah pada 15 provinsi di Indonesia.
bersambung ….



















