Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (GETTY IMAGES)
Indonesian-times.com, JAKARTA – Bak sentakan musik rock Rollingstone. Begitu lagunya menghentak kemudian menukik, tiba-tiba saja langsung berhenti. Penonton pun melongo tapi kaget juga.

Presiden AS Donald Trump tiba-tiba saja melontarkan maklumat Perang Israel-Iran dinyatakan genjatan senjata. Padahal sehari sebelumnya Iran menyerang pangkalan militer AS di Doha Qatar, Selasa, (23/6-2025).
Sebelumnya Taheran juga telah meluncurkan rudal balistik ke Tel Aviv sesaat setelah AS menyerang fasilitas nuklir Iran. Reaksi Iran itu sebagai serangan balasan kedua kalinya sebab Amerika telah menyerang 3 fasiltas nuklir Iran, Minggu, (22/6-2025).
Apa gerangan yang terjadi padahal belum terpublikasi adanya perundingan pihak-pihak terkait tentang seteru Israel-Iran. Manuver Donald Trumpt mengejutkan, tapi itulah faktanya.

Serangan rudal Iran menghantam situs militer Israel di Tel Aviv. (Foto/x@ WarMonitors).
Aneh, Saling Serang masih Terjadi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata Israel dan Iran. Ia mengumumkan hal ini di platform media sosial miliknya Truth Social, Senin sore waktu menulis dengan huruf kapital bahwa Israel dan Iran telah sepakat. Ini akan dimulai Selasa tengah malam. Demikian dilansir CNBC Indonesia, Selasa.
“SELAMAT KEPADA SEMUA ORANG!,” ujarnya dengan huruf kapital. “Telah disepakati sepenuhnya oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA SELURUHNYA (dalam waktu sekitar 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah mereda dan menyelesaikan misi terakhir mereka yang sedang berlangsung!), selama 12 jam, yang pada saat itu Perang akan dianggap BERAKHIR!,” tegasnya.
” Secara resmi, Iran akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-12, Israel akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-24, AKHIR Resmi dari PERANG 12 HARI akan disambut oleh Dunia,” tambahnya.
“Selama setiap GENCATAN SENJATA, pihak lain akan tetap DAMAI dan HORMAT. Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, yang pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua Negara, Israel dan Iran, karena memiliki Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan untuk mengakhiri, apa yang seharusnya disebut, “PERANG 12 HARI.” tulisnya lagi.
“Ini adalah Perang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun, dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi tidak terjadi, dan tidak akan pernah terjadi! Tuhan memberkati Israel, Tuhan memberkati Iran, Tuhan memberkati Timur Tengah, Tuhan memberkati Amerika Serikat, dan TUHAN memberkati DUNIA!,” tutupnya.
Apa sebenarnya yang terjadi, apa maksud Presiden Amerika menulis statemen simultan dan mengklaim seperti itu? Padahal saling serang antar Israel-Iran masih berlanjut ?
Respons pihak Iran-Israel, bahkan dunia bakal memperdebatkan langkah aneh penguasa Amerika itu pada momen berikutnya. (*).
Referensi: Berbagai sumber
Kontributor: MARSEVEN
Pewarta: MEGY AIDILLOVA, Jakarta
Editor:ABDUL





















