Menu

Mode Gelap
Kunker ke Palopo Kapolda Sulsel Soroti Tugas Kepolisian Turut Diawasi Masyarakat Melalui Teknologi Digital dan Medsos Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau

News

Dinkes Pinrang Lakukan Fogging Langkah Preventif Penyakit Demam Berdarah Dengue

badge-check


Dinkes Pinrang Lakukan Fogging Langkah Preventif Penyakit Demam Berdarah Dengue Perbesar

Petugas melakukan fogging di sejumlah wilayah Puskesmas di Pinrang.(Foto: Humas Kominfosandi Pinrang)

drg. Dyah Puspita Dewi: Pemantau jentik dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa lebih masif melakukan gerakan 3M

banner 300x600

Indonesian-times.com, PINRANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terus melakukan langkah proaktif dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) jelang musim penghujan.

Langkah ini menjadi perhatian serius mengingat potensi meningkatnya kasus di wilayah-wilayah yang setiap tahun menjadi langganan kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang drg. Dyah Puspita Dewi, M.Kes yang ditemui, Senin (26/5), mengungkapkan bahwa, pihaknya telah memulai kegiatan preventif dengan menyasar beberapa wilayah yang tergolong endemik, maupun wilayah dengan laporan kasus DBD aktif dari puskesmas atau rumah sakit.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat penampungan air. Petugas kami termasuk juru pemantau jentik (Jumantik) Ini dibantu oleh unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar lebih masif di tengah masyarakat,” ujar drg. Dyah.

Selain itu, perlibatan lintas sektor dan masyarakat juga dilakukan agar gerakan ini bisa menjadi kebiasaan yang baik ditengah masyarakat.

Setelah kegiatan 3M dilakukan, lanjutnya, petugas akan melanjutkan dengan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa. Sementara gerakan 3M tetap menjadi fokus utama agar jentik nyamuk juga bisa diberantas sejak dini.

“Fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, tapi kalau jentik tidak diberantas, maka akan tetap menetas dan berpotensi menularkan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan memberantas sarang nyamuk sangatlah penting,” tegasnya.

Meski tercatat adanya tren penurunan jumlah kasus, dari 142 kasus di tahun 2024 menjadi 28 kasus hingga Mei 2025 ini, Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan dan monitoring berkala.

“Fogging telah dilakukan di Kelurahan Ulo, Kecamatan Lanrisang karena berdasarkan laporan, di wilayah ini terjadi peningkatan kasus sebanyak 6 kasus,” tambah drg. Dyah.

Adapun wilayah-wilayah yang telah dilakukan fogging karena terkonfirmasi adanya kasus positif DBD, lanjutnya, antara lain: wilayah kerja Puskesmas Salo, Puskesmas Paleteang (Sulili), Puskesmas Lanrisang, Tuppu, Mattiro Bulu, Mattombong, Puskesmas Suppa, dan Ujung Lero.

Melalui upaya ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap masyarakat turut aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar penyebaran DBD dapat ditekan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.(*)

Pewarta/Editor: KASMAN MARINA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Pinrang Sudirman Bungi Rakor Piloting Digitalisasi Bansos Tingkat Nasional secara Hybrid

4 Desember 2025 - 11:17 WIB

Pemkab Pinrang Dukung Setiap Langkah Pencegahan Korupsi

3 Desember 2025 - 12:50 WIB

KORPRI Harus Jadi Motor Penggerak Peningkatan Kualitas Layanan Pemerintah

3 Desember 2025 - 08:15 WIB

Pinrang Raih Penghargaan P2DD dari BI Perwakilan Sulsel

3 Desember 2025 - 04:04 WIB

Pinrang Daerah Terbaik ke 3 Pengelolaan Infrastruktur SDA Ajang Sutami Award

2 Desember 2025 - 11:32 WIB

Trending di Award