Koper para CHJ Pinrang terus berdatangan di Masjid Al-Munawwir.(Foto: Dok. Istimewa)
Indonesian-times.com, PINRANG – Sebanyak 369 Calon Jemaah Haji (CHJ) Kabupaten Pinrang yang tergabung dalam kloter 2 Embarkasi Makassar akan berangkat Ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji tahun 2025. Pelepasan CHJ akan dilaksanakan di lantai 1 Aula Masjid Al-Munawwir, sekitar pukul 06.00 WITA, Kamis (1/5/2025) besok.

Calon Jemaah Haji yang berangkat ke tanah suci tahun ini dari total 15.400 lebih daftar tungguh di daerah ini hingga tahun 2025.
Suasan saat ini di Masjid Al-Munawwir, sejak pagi koper milik Calon Jemaah Haji terus berdatangan di Masjid Al-Munawwir. Ini adalah bagian dari persiapan keberangkatan para Jemaah ke Embarkasi Makassar. Selain itu, pemeriksaan dokumen perjalanan serta pengecekan barang bawaan untuk memastikan semuanya sesuai dengan ketentuan dan standar.
Alle S.Pd.,M.Pd seorang jemaah haji yang akan berangkat tahun ini, kepada Indonesian-times.com, di Masjid Al-Munawwir, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima pemberitahuan bahwa dirinya akan berangkat tahun 2025 ini.
“Alhamdulillah, telah mendapatkan panggilan menunaikan ibadah haji tahun ini. Dan, ini adalah kesyukuran setelah menungguh selama 15 tahun lebih,”ungkap calon jemaah haji asal Desa Mattiro Ade, Kecamatan Patampanua, Pinrang, Rabu (30/4/2025).
Operator Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kabupaten Pinrang, Muh. Jabbar Umar, di Masjid Almunawwir menjelaskan bahwa, total Calon Jemaah Haji yang berangkat tahun ini adalah akumulasi dari Calon Jemaah Haji lansia perioritas, penggabungan mahram, dan mutasi dari daerah lain.
“Tahun ini ada penambahan kuota untuk Kabupaten Pinrang dari sekitar 340 CJH tahun lalu yang berangkat, tahun 2025 ini menjadi 369 CHJ,”ungkapnya kepad Indonesia-times.com, Rabu (30/4/2025).
Sebelumnya Bupati Pinrang Irwan Hamid saat membuka kegiatan Manasik Haji di Ruang Pola Kantor Bupati Pinrang, Kamis (10/4/2025) menekankan bahwa, menjaga kondisi kesehatan merupakan hal pokok yang harus diperhatikan para jamaah agar setiap rangkaian ibadah, baik wajib maupun sunnah, dapat dijalankan dengan khusyuk dan lancar selama berada di dua tanah suci.
“Jaga kesehatan, baik fisik maupun mental, karena ini sangat penting dalam menunjang kekhusyu’an ibadah. Setiap tahapan ibadah menuntut kesiapan tubuh dan jiwa,” ujar Bupati Irwan.
Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan agar solidaritas dan kebersamaan antarjamaah dalam satu kloter terus dijaga dan ditingkatkan.
Menurutnya, dalam satu kelompok, terdapat perbedaan usia dan kekuatan fisik, sehingga dibutuhkan semangat untuk saling membantu satu sama lain.
“Kondisi fisik dan usia para jamaah tentu berbeda. Maka saya harap semangat saling membantu harus ditanamkan agar ibadah ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual pribadi, tetapi juga menjadi ladang kebaikan dalam membantu sesama,” tambahnya.(*)
Pewarta/Editor: KASMAN MARINA






















