Kondisi saat ini Jembatan Bila, Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa. (Foto: Dok. Istimewa)
Indonesian-times.com, PINRANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun anggaran (TA) 2025 akan merealisasikan sejumlah pekerjaan di beberapa titik di daerah ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pinrang, Dr. Rommy Manule, di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 17 April 2025, kepada indonesian-times.com mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pinrang mendapatkan bantuan dana hibah rehabilitasi dan konstruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp. 25 milliar tahun anggaran 2024, dan akan dikerjakan pada tahun 2025 ini.
“Proyek yang akan dikerjakan dari dana hibah senilai sekitar Rp 25 miliar dari Kementrian Keuangan melalui BNPB akan segera direalisasikan tahun ini,” ucap Dr. Rommy, diruang kerjanya kantor BPBD Pinrang.
Anggaran tersebut, kata Dr. Rommy, di alokasi di tiga titik pekerjaan yakni, pekerjaan jembatan Bila, Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa. Selain itu, pekerjaan jembatan di dusun Mariri, Desa Salili, Kecamatan Lembang, dan pekerjaan Talud laut, batu gaja dan jalan di Kecamatan Mattiro Sompe akibat dampak bencana.
Proyek yang dananya bersumber dari BNPB, kata Rommy, pekerjaannya akan dimulai pada bulan Mei tahun 2025 dan berakhir di bulan Desember tahun ini. Menurutnya, anggaran ini sudah ada sejak Desember tahun lalu, dan saat ini masih tahap proses perencanaan yang kemudian dilanjutkan dengan tahap konstruksi dan pengawasan.
Untuk jembatan Bila, Desa Tapporang yang merupakan akses utama warga menuju sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Batulappa, telah menjadi atensi pemerintah daerah melalui Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid.

Kalaksa BPBD Pinrang, Dr. Rommy saat media ini melakukan wawancara. (Foto: Dok. Istimewa)
Pengerjaan Jembatan Bila Sudah Menjadi Atensi Bupati Pinrang Irwan Hamid
“Pengerjaan jembatan Bila dengan nilai anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih ini sudah menjadi atensi Bapak Bupati. Memang, saat ini sedang berproses, semoga semua berjalan sesuai tahapan dan regulasi yang ditetapkan dengan jadwal yang sistematik,”
Dikatakan, untuk mendapatkan bantuan anggaran dana hibah dari BNPB tersebut tidak mudah, karena harus melalui validasi dan verifikasi teknis.
“Butuh beberapa tahun mulai dari pengajuan proposal hingga harus melalui validasi dan verifikasi teknis dari pusat, dan pada tahun 2024 dana tersebut sudah diterima Pemerintah Kabupaten Pinrang,” ungkapnya.
Diakhir wawancaranya, Kalaksa BPBD Dr. Rommy, menghimbau kepada pengguna jalan untuk saat ini terutama bagi mereka yang akan melintas di jembatan tersebut untuk tidak memaksakan kendaraannya dengan beban berat melampaui tonase jembatan. Karena menurutnya, jembatan ini tidak akan dibongkar saat pengerjaan jebatan yang baru dikerjakan.
“Media diminta membantu sosialisasikan karena jembatan ini tetap digunakan sampai jembatan yang dikerjakan selesai, jadi kami berharap agar himbauan ini menjadi perhatian masyarakat dan penggunaa jembatan untuk dipatuhi,”ucapnya.(*)
Pewarta/Editor: KASMAN MARINA



















